Pentingnya Komitmen dalam Mengubah Kebiasaan Buruk
Banyak hal yang direncanakan namun berujung dengan setengah-setengah dan hanya menjadi wacana, “Mau rutin lari pagi ah”, “Ga mau begadang lagi”, “Mau berhenti ngemil, mau diet” pernah mendengar ucapan tersebut dari temanmu? Atau itu adalah ucapan kamu sendiri? Itu semua bisa dilakukan dan tidak menjadi wacana asalkan ada komitmen dalam diri untuk merubah kebiasaan tersebut.
Kebiasaan-kebiasaan yang terkadang menurut kita wajar, ada beberapa yang ternyata tidak baik untuk diri kita sendiri, baik dari segi kesehatan maupun lainnya. Seperti hal yang kita yakini “Ide biasanya timbul ditengah malam” dan kita lakukan hal tersebut, baik menurut kita karena kita bisa produktif di tengah malam namun ternyata buruk untuk kesehatan diri kita sendiri.
Ada informasi menarik yang bisa kamu aplikasikan dalam TIME USA. Mengenai hal yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan buruk, yaitu diantaranya :
Turunkan tingkat stress kamu
Tingkat stress seseorang memang berbeda-beda, tidak baik membanding-bandingkan tingkat kestressan orang lain dengan diri kamu sendiri. Namun apakah kamu tau? Bahwa orang yang memiliki rasa stress tinggi akan membuat kamu menjadi memiliki kebiasaan buruk?
“You’re more likely to do the thing you don’t want to do when you’re stressed out,” - Poldrack.
Namun biasanya yang kita inginkan malah tidak baik untuk habit kita, merokok, minuman beralkohol, junkfood semua dilakukan dengan alasan yang sederhana, untuk mengurangi rasa stress, padahal itu hanyalah sugesti belaka yang akan memperburuk kondisi fisik kamu sendiri.
Solusinya, kurangi rasa stress kamu dengan melakukan hal yang lebih positif, misal kamu suka menonton film, lakukanlah. Apabila ada hal yang membuat kamu stress dan bermain game bisa menjadi solusi? lakukanlah, asal game yang membuat kamu happy, bukan membuat kamu makin stress dan tidak lupa dengan waktu. Mendengarkan lagu? Lakukan, asal jangan lagu yang makin membuat kamu terlarut dalam kesedihan dan mengakibatkan tingkat stress kamu bertambah.
Ketahui hal yang memicu untuk melakukan kebiasaan kurang baik
Banyak hal yang memicu kita untuk melakukan kebiasaan yang kurang baik, misal mengerjakan tugas yang setengah-setengah, karena baru mengerjakan beberapa paragraf sudah mengecheck handphone.
Untuk mengurangi hal tersebut pahami pemicunya, ohh handphone lah pemicu saya untuk tidak tuntas dalam mengerjakan tugas atau menjadi lama dalam mengerjakan tugas, berarti handphone adalah pemicu dan harus ditinggalkan, dimatikan atau di cas terlebih dahulu ketika sedang mengerjakan tugas, agar tugas yang dikerjakan tidak setengah-setengah dan lebih cepat selesai.
“That shifts in lifestyle can actually be the ideal opportunity for eliminating a vice,”. – Berkman.
Mengganti kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik
Point ini adalah point penting untuk merubah kebiasaan buruk kita. Seperti yang kita ketahui bahwa melakukan perubahan itu tidak instan, apalagi menyangkut kebiasaan yang kita lakukan secara berulang-ulang, itu semua membutuhkan waktu dan komitmen.
Tidak bisa langsung “berhenti” tapi kita bisa melakukan seperti mengurangi dan mengganti. Mengurangi jelas, karena kita mau kebiasaan pola hidup kita menjadi lebih baik maka harus mengurangi kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik, misal sehari merokok lebih dari 5 batang, maka kurangi pelan-pelan, karena orang perokok tidak bisa langsung berhenti.
Mengganti, dalam konteks mengganti ini contohnya mengunyah permen ketika kamu mau merokok, jika kamu melakukan hal tersebut berkali kali, otak kamu akan jauh lebih menerima dengan baik dibandingkan langsung untuk berhenti.
“If you’re a smoker and you tell yourself not to smoke, your brain still hears “smoke,” – Berkman.
Namun sekali lagi, untuk membentuk kebiasaan baru membutuhkan waktu dan komitmen. Dalam The European Journal of Social Psychology menemukan bahwa sekitar 66 hari untuk merubah kebiasaan atau perilaku (bervariasi 18 sampai 245 hari).
Memiliki alasan yang kuat untuk berhenti
Biasanya orang yang belum memiliki alasan yang kuat untuk mengubah kebiasaan buruknya, itu karena belum melihat langsung efek yang di dampak atau merasakan efeknya sendiri. Namun jangan sampai kita harus mengubah kebiasaan buruk kita ketika sudah terkena dampaknya, ayo mulai perlahan diubah dari sekarang.
Buat alasan yang kuat, “kayaknya badan saya terlalu kecil untuk seorang laki-laki” maka paling tidak mulai untuk sering berolahraga dan kuatkan niat untuk berhenti begadang. “Kayanya muka saya ga terlalu good looking” mulai perlahan mengenali perawatan wajah pelan-pelan, stop makanan berminyak dan lebih memperhatikan kondisi kamar.
Untuk memiliki alasan, kamu harus tau yang kamu lakukan adalah kebiasaan baik atau buruk? Apabila sudah diketahui maka cari informasi untuk mencari kebiasaan baik sebagai pengganti dari kebiasaan buruk tersebut, cari pemahaman tentang efek buruknya dan lakukan untuk proses mengurangi sampai berhenti dengan kebiasaan buruk tersebut.
Tetapkan tujuan yang jelas
Tujuan memang terlihat mudah, karena itu adalah langkah awal dalam memulai semuanya. Namun menurut Poldrack, tujuan itu harus spesifik bukan yang general. Misalnya “ga bakal makan junk food lagi biar berat badan bertambah,” hal tersebut sifatnya general, harus lebih spesifik.
“Berhenti untuk makan junk food dengan mengganti makanan yang lebih sehat seperti sayuran, telur ataupun daging, dengan tepat waktu 3 x sehari dan olahraga setiap pagi dan lari di sore hari,”. Tetapkan tujuan yang jelas dan lebih baik, buat lebih spesifik.
Semuanya dapat kamu lakukan asalkan kamu ada niat untuk berubah dan memiliki komitmen yang kuat dalam memulai semuanya. Saya sendiri mulai untuk merubah kebiasaan buruk saya, dengan harapan menjadi lebih baik seperti, mengurangi tidur larut malam, dengan menjadwalkan segala aktivitas harus berhenti mulai pukul 10.30 p.m dan jam 11.00 p.m harus sudah di kasur nonton youtube atau apapun itu agar bisa tertidur lebih awal, minimal sebelum jam 12 dini hari.
Saya mengetahui tidur jam segitu masih termasuk kurang baik, tapi paling tidak saya menguranginya pelan-pelan, karena saya biasanya tidur jam 3 lebih baru tertidur. Saya juga berusaha untuk merubah kebiasaan untuk menulis artikel baik hanya opini sendiri ataupun memperingati sesuatu minimal satu bulan ada satu artikel, dikit banget?
Semuanya harus pelan-pelan, yang pasti komitmen tersebut harus ada dan nantinya akan membentuk kebiasaan yang menciptakan sebuah kebiasaan yang baik dan apabila tidak melakukan akan terasa aneh, sama seperti ibadah.
Semangat buat kamu yang membaca, ingat tujuan kamu lakukan dengan komitmen yang kuat, semoga list untuk merubah kebiasaan buruk kamu menjadi lebih baik bisa terlaksana sesuai ekspektasi kamu !






Komentar
Posting Komentar