Berjualan di Tengah Pandemi
Berjualan di Tengah Pandemi
Ditengah pandemi seperti ini orang-orang harus
dituntut serba bisa, ide creative untuk melihat peluang dengan memanfaatkan
segala macam hal tanpa merugikan orang lain harus dilakukan demi memenuhi
kebutuhan hidup, salah satunya berjualan. Kita juga diperlihat kan banyaknya
orang-orang yang memulai bisnis berjualan, baik berjualan rumahan (homemade)
atau menajadi bagian reseller dalam bisnis jualannya.
Homemade
yang berasal dari kata home & made memiliki arti yaitu
buatan rumah, yang di mana, apapun segala hal yang dibuat di rumah atau sebagai
olahan rumah. Banyak sekali orang-orang yang berjualan ddengan membuat sendiri
atau homemade. Hal ini dapat dilihat dari beberapa postingan orang-orang di
sekitar kita yang sedang sering upload konten hasil masakan, dan biasanya yang
menggunakan keyword “Pre-Order” dalam berjualannya.
Pre-Order
(PO) merupakan model bisnis di mana produsen
bersepakat dengan konsumen bahwa konsumen harus membayar sejumlah uang terlebih
dahulu di awal, lalu barang akan datang selang beberapa waktu kemudian, sesuai
dengan perjanjian di awal. Pre-order adalah bagian dari cara berbisnis, jadi
tidak hanya usaha homemade saja, reseller juga beberapa menerapkan model Open
PO dalam bisnisnya.
Reseller
sendiri merupakan orang yang menjual kembali produk dari
pihak supplier kepada konsumen. Reseller harus memilki modal untuk membeli
kepada supplier. Untuk bisnis homemade ini, kemungkinan juga bisa menjadi
bagian supplier dan membuka kesempatan untuk orang lain menjadi reseller.
Dibalik itu semua selain passion yang menjadikan
orang-orang berjualan, faktor ekonomi juga lah yang menjadi salah satu alesan
beberapa orang atau teman kita memilih untuk berjualan, baik memulai dengan
membuat sendiri (homemade) ataupun menjadi bagian reseller. Kalo diperhatikan
bukan berarti semua tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup untuk beberapa
bulan kedepan di tengah pandemi ini, tapi lebih mengarah ke statement “paling
tidak ada pemasukan setiap harinya”.
Data
kasus Covid-19 yang terkonfirmasi pada Kamis 25-06-2020
sudah memasuki angka 50 ribu sekian, hal ini mengakibatkan “new normal” sedikit
dipertanyakan. Banyak yang beragumen baik di real life atau di social media,
tentang mana yang harus diprioritaskan, kesehatan atau ekonomi.
Menurut Bapak Presiden dalam kunjungannya ke
Surabaya, Jawa Timur pada Kamis (25/6/2020) mengatakan bahwa “Dalam management
krisis seperti ini rem dan gas harus betul-betul seimbang, tidak bisa kita gas
di urusan ekonomi tetapi kesehatannya menjadi terabaikan Tidak bisa juga kita
konsentrasi penuh di urusan kesehatan tetapi ekonominya menjadi terganggu,”.
Dari setatement tersebut bisa kita lihat program
lockdown dan pelonggaran lockdown atau yang sering kita dengar “new normal” sementara
memang harus dilakukan dan harus mengikuti protokol kesehatan yang sudah di
arahkan, agar kegiatan ekonomi dan kesehatan bisa seimbang.
Jika dilihat dari sisi positivenya, new normal
membuka kesempatan kembali bagi perusahaan-perusahaan untuk memulai memperbaiki
kondisi ekonomi seperti contohnya mall-mall yang kemarin sudah mulai dibuka
pada tanggal 15 juni 2020.
Kesempatan yang di berikan oleh pemerintah harus dimaksimalkan bagi pengusaha seperti memulai dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga mendapat trust dan kesan yang baik dari customers dan pemerintah kepada perusahaan.
Kesempatan yang di berikan oleh pemerintah harus dimaksimalkan bagi pengusaha seperti memulai dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga mendapat trust dan kesan yang baik dari customers dan pemerintah kepada perusahaan.
Oleh karena itu fenomena jual beli produk/jasa dalam
masa pandemi ini harus kita support. Selain karena tertarik dengan produk/jasa
tersebut, kita juga dapat membantu orang di sekitar. Tidak ada salahnya,
membantu usaha orang-orang disekitar kita ataupun teman kita, tetapi bukan
berarti pelaku usaha memaksa untuk membeli dan customers juga jangan sering
mematikan usaha dengan dalih “harga temen tidak ada discount?”.
Sumber :


Bagus tulisannya, setelah baca ini jadi dapet pandangan lain tentang gas dan rem new normalnya pak jokowi. Semoga kondisi sekarang bisa segera membaik dan kembali normal.
BalasHapusSemoga juga bisa memanfaat kan kondisi seperti ini untuk berjualan ya.
Hapusterimahkasih blog nya bermaanfaat , jadi kepengen jualan hahay, tpi bingung mau jualan apaa yakkk
BalasHapus